Saya kira dia pengemis, tapi ternyata…

Waktu itu hari Senin, sekitar jam 12:30 WIB, sedang perjalanan bersama rombongan dari Palmerah ke Lebak Bulus untuk takziyah (melayat)

Dalam perjalanan, Ibu saya sempat lihat gerobak penjual pisang dan nyeletuk “Wah itu ada orang jualan pisang, nanti beli aja ya, pisang di rumah habis”

Tapi mobil tetap berjalan, sampai akhirnya 10 menit kemudian, Om saya minta berhenti sebentar di Indomaret

Sampai di Indomaret, sambil menunggu, gara-gara lihat gerobak pisang di jalan tadi..

Ibu & tante (istri om) asyik ngomongin resep kue pisang yang enak

Mulai dari teknik mengambil daging pisang supaya kue tidak menghitam, sampai gula apa yang paling enak dijadikan pemanis

Ok, om sudah keluar Indomaret & masuk ke mobil

Tapi… tiba-tiba ada bapak lanjut usia, dengan baju kemeja hijau lengan panjang yang agak lusuh dan topi pancing warna krem, mendekat ke arah jendela sambil berkata sesuatu

Karena posisi jendela mobil tertutup, kami cuma bisa lihat gerak mulutnya tanpa dengar suara, dan kami sudah berprasangka buruk “Orang ini pengemis yang mau minta sedekah mungkin?”

Langsung saja satu jendela kami buka, dan ternyata… bapak dengan baju hijau itu tanya “Mau beli pisang nggak?

Kami berempat langsung saja tertawa heran

Padahal semua jendela dan pintu mobil tertutup, tapi ini bapak seakan-akan tahu kalau dari tadi ibu & tante saya ngobrolin kue pisang 😂

Langsung saja, semua pisang jualan bapak itu diborong, 1 tandan pisang ambon, 1 tandan pisang raja dan 1 tandan pisang kepok.. Alhamdulillah ya pak?

Dalam Video Episode 15 di http://kemasdimas.com/duakodikartika, Kang Rendy juga jelaskan tentang “How To Be A Great Seller”.

Yang secara kebetulan, bapak penjual pisang ini sudah mencontohkan, dengan menjual disaat yang tepat (walaupun mungkin kebetulan)

Saat ibu & tante saya sudah berniat bikin kue pisang, tiba-tiba ada bapak yang menjual pisang menawarkan dagangan 🙂, namanya rezeki emang gak bakal kemana-mana…

N.B. Buat bapak penjual pisang, ma’af ya sudah berburuk sangka!

Salam hangat,
Kemas Dimas