Ternyata anak-anak juga punya skill agen CIA

Saya pernah nonton film The Recruiter (2013), film fiksi tentang proses seleksi masuk anggota CIA.

Di film itu, semua orang yang lolos ujian tulis dan wawancara, dibawa ke fasilitas pendidikan rahasia yang mereka sebut The Farm.

Karakter Walter Burke, salah satu instruktur di The Farm berkata

“You must learn to decieve, to role play..”

Jadi selama masa pendidikan, semua agen baru CIA harus belajar mengelabui orang, dan juga belajar “jadi orang lain”, misalnya jadi dokter gadungan, atau jadi tukang listrik palsu.

Saya jadi ingat sesuatu…

Walaupun Saya bukan anggota CIA, dulu… waktu masih anak-anak saya seneng banget main pistol-pistolan. Enam orang dibagi menjadi dua kelompok, satu kelompok jadi polisi, satunya lagi jadi maling.

Kadang-kadang…

Satu anggota maling bisa jadi pengkhianat dan akhirnya masuk dalam kelompok polisi.

Seru banget memang, mencoba sembunyi sambil jantung berdebar-debar setelah lari kesana kemari, belum lagi rasa ketakukan bakal tertembak, padahal cuma sekedar pura-pura.

Ternyata skill role playing ini sudah bawaan manusia dari sononya..

Contohnya anak Saya yang masih 3 tahun, dia girang banget kalau diajak main jadi bajak laut, apalagi kalau mamanya buatin topi bajak laut dari gabus.

Biasanya dia teriak-teriak “Arrr… ahoy…”

Bunda pernah ajak anak main role playing? Pasti seru kan..

Kalau mau ajak mereka main jadi chef restoran, bisa print alat-alat dan bahan masakannya dari sini lho:

http://kemasdimas.com/

– Kemas Dimas